Pada tanggal 8 Januari 2011 lalu, Badai Kerispatih dan Anton Kerispatih mendatangi showroom sepedagaya.com untuk mencari sepeda lipat dan sepeda fixie.
Komunitas Sepeda Lipat
09.22
Id-Foldingbike Komunitas Penggemar Sepeda Lipat
Sumber: http://bataviase.co.id/node/119993
Relny Dwinanda
Asyiknya, bila tak kuat mengayuh jarak jauh, bisa menenteng sepeda ke dalam bus.
Anda penggemar sepeda lipat? Komunitas Id-Foldingbike bisa menjadi tempat berhimpun yang akan mempertemukan Anda dengan banyak sekali teman seminat. Anda yang masih menimbang, mencari-cari tunggangan yang tepat nan ringkas itu, juga dipersilakan untuk bergabung. Komunitas tersebut aktif mencarikan solusi bagi anggotanya. Terlebih, soal jenis sepeda lipat, keberadaan suku cadang, sekaligus tempat reparasinya. Lalu, jika Anda berminat, mari ikuti habit para penggowes Seli, sepeda lipat.
Pagi, tiap Rabu dan Jumat, Azwar Hadi Kusuma bersepeda. Bukan sekadar untuk membuat badannya berkeringat, berolahraga. Dia sengaja bersepeda ke kantor dan menemukan keasyikan tersendiri saat melakukannya.Orang kantoran seperti Azwar memang jamak. Namun, saat itu, masih sedikit sekali yang memakai sepeda lipat seperti dirinya. “Tahun 2007, sepeda lipat masih langka di jalanan Ibu Kota,” kenangnya.Azwar kemudian mencari sesama pengguna sepeda lipat. Ia memanfaatkan car free day dan kegiatan fun bike untuk mengumpulkan para pemilik sepeda lipat. “Waktu itu, yang saya temui hanya delapan orang yang memakai folding bike”
Kedelapan orang tersebutlah anggota pertama Id-folding-bike@yahoogroups.com. Milis ini dibuat Azwar sebagai sarana tukar informasi antara pengguna sepeda lipat. “Dulu, sulit sekali mencari spare parts dan melacak lokasi bengkel sepeda lipat, ucap Azwar yang hobi bersepeda.Seiring dengan makin seringnya mereka berkumpul, Id-Foldingbike makin dikenal orang. Apalagi, mata media massa berkali-kali tertuju pada komunitas yang berdiri pada ll Maret 2007 ini. “Sekarang, keluarga besar kami sudah 1.600 orang yang domisilinya tersebar di seluruh Indonesia, 70 persennya warga Jakarta,” ungkap Azwar.Anggota Id-Foldingbike punya beberapa alasan meng-gandrungi sepeda yang bisa dilipat itu. Sebagian sekadar hobi, olahraga, atau kolektor. “Lainnya, menggunakannya sebagai alat transportasi lantaran kepraktisan sepeda lipat yang ringkas untuk dibawa ke mana-mana,” tutur Azwar.
Ke kantor Yang memakai sepeda lipat ke kantor, banyak juga. Azwar termasuk salah satunya. “Saya bersepeda dari Cireundeu, Tangerang, Banten ke Sudirman, Jakarta Pusat.”Dwi Wijayanto juga demikian. Ia mengayuh sepeda dengan jarak 12,5 Km dari kediamannya di kawasan Saharjo, Jakarta Selatan ke Cilandak, Jakarta Selatan. “Waktu tempuhnya hanya 30 sampai 45 menit,” katanya.Dwi butuh satu bulan untuk beradaptasi dengan habit barunya. Awalnya, ia cuma sanggup bersepeda separuh jalan saja, dari Ragunan ke Cilandak. “Dari rumah, saya naik bus hingga halte Transjakarta dan baru mengeluarkan sepeda lipat di Ragunan.”
Mengapa bersepeda? Dwi mengaku melakukannya demi kesehatan. Tahun 2008, ia mengalami kelebihan berat badan. Namun, ia tak suka ke gym. “Kalau bersepeda kan judulnya main, nggak berasa olahraga,” kilah pria 30 tahunan ini.Komunitas Sepeda Lipat Indonesia merupakan perkumpulan yang cair. Tak ada keterikatan dalam kelompok. “Anggotanya beragam usia, dari anak kecil sampai lansia, namun terbanyak usia produktif, pekerja kantoran,” ucap Dwi.Adakah perempuan pesepeda? Tentu saja! Komunitas Sepeda Lipat Indonesia, begitu nama lain Id-Foldingbike, juga telah merangkul 28 perempuan penggemar sepeda lipat. “Saya bersepeda paling lama waktu tempuhnya 45 menit dari Kali Pasir, Cikini ke Senayan,” ujar Sonya Toekan yang hobi main sepeda.
Sepeda Lipat One
05.22
KapanLagi.com – Anda hobi bersepeda? Selain sehat, bersepeda juga boleh dibilang termasuk jenis olah raga yang murah. Hanya butuh sepeda dan sebotol air mineral untuk menemani Anda berolah raga.
Hampir semua manusia di muka bumi ini boleh dikata pernah mencoba yang namanya bersepeda. Apalagi dengan semakin berkembangnya zaman dan teknologi yang ada, sepeda pun juga selalu tampil up date. Mulai dari desain modelnya, hingga tingkat kepraktisannya.
Mungkin ini bukan pertama kalinya Anda melihat desain sepeda yang dapat dilipat dan dibawa ke mana pun dengan mudahnya.
Namun, untuk produk yang bernama ONE ini mungkin bakal membuat Anda terheran-heran. Thomas Owen sang desainer benar-benar mengemas sepeda ini begitu praktis dan….apik.
Sumber: kapanlagi.com Rabu, 11 Maret 2009
http://woman.kapanlagi.com/w_o_tech/1044_sepeda_lipat.html
Mari Tiru Bersepeda di China
05.17
| 11/7/2008 22:37 WIB
Bike to Work Mari Tiru Bersepeda di China Elshinta – Newsroom, Kota-kota di China, seperti Tianjin dan Shenyang, menempati persentase terbesar, yakni 77 dan 65 persen penduduk yang mengendarai sepeda untuk perjalanan mereka. Sebagai gambaran, dari pemantauan lalu lintas di Kota Tianjin, konon lebih dari 50.000 sepeda melintas di satu persimpangan jalan dalam waktu satu jam. Banyak kota di China memiliki jalan sepeda selebar lima atau enam jalur. Sesungguhnyalah, sepeda amat penting di Tiongkok, dan pemantauan lalu lintas di kota Tianjin telah mendata lebih dari 50.000 sepeda melintas di satu persimpangan jalan dalam waktu satu jam. Baru-baru ini salah satu media harian di China berbahasa Inggris, China Daily menuliskan bahwa sepeda lipat adalah jenis sepeda yang paling efisien untuk membantu kemacetan lalu lintas. Apa alasannya ? Pada saat-saat jam sibuk lalu lintas, kita akan melihat betapa banyak para pengendara mobil, taksi, dan bus terjebak dalam arus lalu lintas yang padat, sementara pengendara sepeda masih bisa lolos dalam jebakan tersebut, namun tidak semua pengendara sepeda bisa masuk ke dalam kota atau menempuh perjalanan jauh dari rumah ke tempat kerja mereka atau tempat-tempat yang lain. Lalu apa akal? Banyak para pengendara sepeda kini memiliki sepeda lipat, yaitu sepeda yang dapat dilipat hingga mudah untuk dijinjing, dan dibawa masuk ke dalam kereta api bawah tanah (subway). Menurut petugas dari stasiun kereta bawah tanah yang tidak disebutkan namanya oleh China Daily, mengatakan, “pada jam-jam sibuk lalu lintas, sedikitnya 30 orang pemilik sepeda menjinjing sepeda lipat mereka ke stasiun.” Pemandangan ini bisa dilihat di stasiun subway di Jianguomen dan Jishuitan. Keadaan ini telah menjadi suatu tren di antara para pengendara sepeda di China untuk menjawab serangkaian tantangan yang dihadapi di jalanan raya. Sehingga para staff penanngung jawab dari Kereta Bawah Tanah Beijing terpaksa membuat suatu pengumuman sejak bulan lalu, yang memuat himbauan terhadap para pengendara sepeda yang ingin memasuki stasiun tersebut, harus benar-benar yakin bahwa sepeda mereka adalah jenis sepedat yang dapat dilipat. Sun Dale, seorang pekerja kantoran, yang membeli sepeda lipat pada bulan Mei lalu, mengatakan, “bahwa sepeda jenis ini telah sangat diperlukan.” Alasan dia membeli sepeda tersebut adalah, karena tidak adanya bus atau subway yang langsung dari lokasi tempat tinggal Sun ke tempat kerjanya. Dia harus naik bus selama 40 menit dari rumah ke stasiun subway, dan selama 40 menit pula berada di atas subway, kemudian dia harus naik bus lagi selama 30 menit untuk sampai di tempat kerjanya. “Jika terjadi kemacetan lalu lintas yang parah, maka saya juga akan menghabiskan lebih banyak waktu, katanya. Tetapi dengan menggunakan sepeda lipat, Sun hanya memerlukan waktu selama 1 jam untuk tiba di kantornya. “Saya mengendarai sepeda itu sampai ke stasiun subway, saya melipatnya dan membawa masuk ke atas kereta, dan lalu kemudian setelah sampai di stasiun tujuan, sepeda saya kembalikan ke bentuk semua, dan saya kayuh hingga sampai menuju tempat kerja saya,” ujarnya. “Keuntungan lain dari sepeda lipat ini ialah, kemungkinan besar anda akan terhindar dari masalah pencurian,” katanya. “Karena anda bisa membawa sepeda masuk ke dalam ruangan lift dan meletaknya di sudut ruangan kantor atau apartemen anda,” tambahnya. Sepeda lipatnya yang seberat 6 kg tersebut, dibeli dengan harga 1.000 yuan RMB (sekitar 123 dolar AS). Harga tersebut hampir sama dengan harga sepeda gunungnya yang telah dicuri bulan lalu. Wang Qinghua, seorang penjual di Toko Sepeda Jinghuiqiao, mengatakan, penjualan sepeda lipat pada bulan ini mencapai 60 per sen, naik sebesar empat kali lipat jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu. “Dan jenis sepeda lipat dengan tinggi kurang dari 1 meter dan berat kurang dari 10 kg, telah meningkat dari tiga hingga delapan selama periode ini,” kata Wang. “Para warga yang berusia antara 20-30 tahun yang tinggal di gedung-gedung apartemen tinggi pencakar langit, umumnya banyak membeli sepeda jenis ini, karena mereka merasa kesulitan untuk menemukan tempat menyimpan sepeda yang dekat atau harus menempuh perjalanan yang panjang dan jauh untuk menuju lokasi tempat kerja mereka,” kata penjual tersebut. Dia telah memprediksikan harga penjualan sepeda lipat ini kemungkinan akan naik pada tahun depan, daripada harga jual sekarang antara 400 hingga 1.000 yuan RMB (sekitar 50 dolar AS hingga 123 dolar AS). Bersepeda merupakan metode paling efisien dalam penggunaan kalori. Dan akan lebih efisien lagi jika menggunakan berbagai konsep fisika. Belanda yang tanahnya datar, sepeda merupakan transportasi yang baik dan menyehatkan. Di China sendiri, sepeda merupakan alat transportasi yang dapat menghemat penggunaan bahan bakar. Di banyak tempat, sepeda memang bukan transportasi utama, tetapi kendaraan yang dibuat pertama kali oleh Krikpatrick Macmillan tahun 1839 ini, sering digunakan untuk berolahraga. Efisiensinya membakar kalori memang paling efisien, termasuk jika dibandingkan dengan berjalan kaki. (CRI) (rei) Sumber: http://www.elshinta.com/v2003a/readnews.htm?id=53230&i=75&qr= |
|||||
|
|
Tips Memilih Sepeda Lipat
05.02
Di dalam memilih sepeda lipat sebagai dilihat dari baik dari sisi olah raga maupun transportasi dapat di tinjau dari sudut pandang yg luas, karena ini akan memberikan pemahaman yang luas dan dalam secara filosofis, sains dan spiritual, untuk itu kita harus memulainya dari bagaimana Penciptaan Alam Semesta….., referensinya adalah sbb:
- http://www.creationofuniverse.com/
- http://en.wikipedia.org/wiki/Formation_and_evolution_of_the_solar_system
- http://www.sciam.com/article.cfm?id=the-myth-of-the-beginning-2004-05
Setelah memahami hal2 dasar diatas barulah kita bisa beranjak kepada gerak tubuh manusia secara biologi, lalu di teruskan kepada filosofi keinginan manusia untuk berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya sehingga diperlukannya alat transportasi darat….
Duh..kok jad panjaaang banget yaks….pokoknya sepeda lipet itu penting..dan pertama kalau gak salah di buat untuk keperluan perang… referensinya: http://www.velorution.biz/?p=1276
Dah gitu aja deh latar belakang segala filosofi dan tetek bengeknya…liat aja di bawah ini deh….
Dalam memilih sepeda lipat kita harus mengetahui dengan benar tujuan pemakaian:
Ukuran ban 16″ (Commuter)
Sepeda jenis ini ukurannya sangat kompak, menggunakan ban 16″, tujuan pemakaian adalah untuk commuter, artinya pemakaian sepeda akan di “sambung” dengan kendaraan lainnya, misalnya bus, kereta, atau kendaraan lainnya. sehingga tidak akan memakan tempat yg banyak. Sepeda ini juga bisa sebagai kendaraan “cadangan” untuk kendaraan lainnya, misalnya di simpan di bagasi mobil, bila terjadi kemacetan kita bisa parkir mobil kita trus buka sepeda dan meneruskan perjalann dgn sepeda, atau bahkan bila ada supir kita bisa turun di pinggir jalan dan teruskan dgn folding bike menembus kemacetan.
++: kompak, ringan
– : tidak senyaman 20″ terutama pada jalanan kasar atau banyak lubang. jumlah gear tidak sebanyak 20″
contoh: http://idfoldbike.multiply.com/photos/album/61/Macam2_Foldbike_16
Ukuran ban 18″ atau 20″
Ukuran ban 20″ adalah balance dari sepeda lipat, artinya cukup kompak di bandingkan sepeda biasa namun tetap nyaman. Dgn 20″ anda bisa tetap nyaman untuk perjalanan yg lebih jauh, bahkan tersedia seri untuk Touring maupun Balap. Bbrp model dari 20″ ini adalah seri yg dapat dipakai untuk performance.
++: Gear bisa lbh banyak dari 16″, pilihan lbh banyak
–: Tdk sepraktis 16″. lbh berat untuk kelas yg sama.
contoh: http://idfoldbike.multiply.com/photos/album/60
Ukuran ban 26″
Bila medan yg akan di jajaki adalah offroad dan banyak lubang besar2..atau dengan kata lain hanya MTB saja yg bisa melaluinya maka 26″ lah yg harus di pilih. 26″ juga teruntuk org2 yg berbadan sangat besar namun tetap menginginkan sepeda lipat. Dan yg pasti bagi yg ingin tetap terlihat memakai sepeda ukuran biasa (full size)
++: Sangat nyaman, bisa di pakai MTB (khusus seri MTB) dan dapat menggunakan komponen yg umum
–: tidak sepraktis 20″ atau 16″, akan bingung kalau mau di bawa keluar kota, perlu kopor khusus.
Function Range (jenis2 sepeda lipat dari fungsi):
- Urban
- Urban Commuter
- Touring
- Racing Bike
- Light XC
- MTB All Mountain
Urban
Hampir semua foldbike secara umum adalah Urban bike (sepeda kota), terdapat berbagai jenis Urban bike, mulai dari yg paling basic sampai ke yang performance, artinya dari yg fiturnya sedikit dan relatif tidak ringan hingga yg ringan dan banyak fiturnya, seperti Hub peredam getar, suspension seat post, gear yg lbh banyak atau seat post yg mempunyai pompa ban. Urban bike rata2 ukuran bannya 18″ atau 20″
Urban Commuter.
Urban commuter adalah diperuntukkan bagi yg bersepeda sambil menggunakan moda transportasi lainnya misalnya Kereta atau Bus. sehingga ukurannya harus kecil atau kompak. Ukuran ban 16″ atau lbh kecil (rekomendasi tdk lbh kecil dari 8″). Skenarionya adalah bersepeda dari rumah ke stasiun Kereta…lipat..naik…..lalu sampai di stasiun berikutnya..turun..buka lipatan sepeda..lalu genjot lagi.
Pada skenario lainnya Urban Commuter Bike ini juga nyaman dipakai untuk Urban Touring, yaitu touring di kota2 lainnya (bukan tempat tinggal), misalnya membawa sepeda pakai Travel ke Bandung..selipkan diantara kursi lalu sesampai di tujuan di buka sepedanya dan di pakai touring dalam kota mengunjugi berbagai tempat menarik tanpa harus macet2an selain juga tentunya “menyatu” dengan atmosfir lokal.
Touring.
Touring atau genjot jarak jauh juga dapat di lakukan dengan sepeda lipat, namun tentunya spek sepeda tersebut harus mumpuni, mulai dari gear nya yg harus banyak (bisa pakai Dual Drive) hingga suspensi, krn genjot jarak jauh akan lelah dan juga membawa beban yg berat dari perlengkapan lainnya yg di muat di Panniers.
Racing Bike
Sepeda lipat juga ada versi sepeda balapnya Spt Dahon SpeedPro TT , bahkan ada juga yg versi kompetisi, misalnya Airnimal Chameleon. Foldbike jenis ini bisa di genjot lebih dari 70kph.
LightXC
Untuk lightXC (cross country) juga tersedia dalam format foldbike, untuk 20″ mulai dr very LightXC atau LightXC , better 2007).
MTB All Mountain
Untuk MTB All mountain tersedia dalam format ban 26″
sumber:
http://idfoldbike.multiply.com/photos/album/59/Pemilihan_Sepeda_Lipat
Sepeda lipat yang dapat direkomendasikan diantaranya: FoldX, dahon, wim cycle, united dan lainnya
Sepeda Lipat Listrik Unik dari VW
05.02
DIPREDIKSIKAN dalam 10 tahun mendatang, kota-kota di dunia semakin padat dan konsep mobilitas mikro tanpa polusi mulai melengkapi jenis transportasi yang ada. Indikasi ke arah itu sudah kelihatan dengan diperkenalkannya Toyota Winglet, Honda U3-X dan sebagainya. Produsen Jerman Volkswagen (VW) pun tak mau ketinggalan untuk ambil bagian.
Konsep yang dihadirkan oleh Volkswagen adalah Bik.e, sepeda lipat listrik tanpa kayuh dengan mekanisme cerdas sehingga dapat disimpan dengan mudah ke dalam ruang ban cadangan. Sepeda listrik yang memiliki ukuran roda 20 inci tersebut mampu menjelajah sekitar 20 km.
Sepeda listrik ini memiliki bobot 20 kg, cukup berat untuk ukuran sebuah sepeda, namun cukup ringan sebagi sepeda listrik. Sayangnya, pihak VW belum mau merilis data teknis seperti berapa lama Bik.e melakukan pengisian baterai, meskipun menurut mereka, sepeda ini dapat mengisi baterainya menggunakan jaringan kelistrikan di mobil.
Sepeda ini memiliki kecepatan maksimal 20 km/jam meski laporan dari Beijing menunjukkan bahwa kendaraan ini dapat lebih cepat lagi. Kecepatan maksimal sengaja dipatok hanya 20 km/jam dengan alasan agar Bik.e dapat dikendarai di Jerman tanpa penggunaan helm.
Data yang berhasil didapat menyebutkan juga bahwa Bik.e menggunakan baterai yang tersimpan dalam rangka dan seluruh remnya menggunakan model disc yang dioperasikan lewat kabel, serta sistem pencahayaan model LED yang terintegrasi.
Bagian rangkanya menggunakan bahan aluminium atau magnesium yang dibuat dengan proses injection moulded yang terbagi dalam 3 bagian. Rangka bagian tengahnya merupakan desain jenius yang menawarkan stabilitas lebih baik dibanding sepeda tradisional dengan mekanisme lipat yang unik dan nyaris tak terlihat.
Saat kedua rodanya dilipat, mereka seolah menyatu dan sepeda menjadi berbentuk bundar hingga dapat mudah dimasukkan dalam cerukan tempat ban cadangan. Kepiawaian VW dalam urusan desain sudah terbukti dengan model ikonik Beetle dan Combi. Dan seperti pada Apple iPod, Bik.e bisa menjadi sebuah aksesori pada kendaraan-kendaraan yang memiliki logo VW.
Yang lebih seru, ini bukan hanya sekadar kendaraan konsep yang hadir di pameran kemudian disimpan dalam museum. Pasalnya, menurut laporan yang beredar, Bike.e benar-benar akan diproduksi bahkan sebelum akhir tahun ini. (Cdx)
sumber:
Mahasiswa ITS : Saatnya Beraksi Stop Global Warming
04.16
Kelana Kota
sepeda lipat, sepeda, toko sepeda, sepeda onthel, sepeda lipat bekas, komunitas sepeda
28 Februari 2010, 13:31:18| Laporan Agita Sukma Listyanti
suarasurabaya.net| Global warming makin merajalela. Negara di dunia mengalami kenaikan suhu udara rata-rata 4-11 derajat Celcius per tahunnya. Sebanyak 200 pulau di Indonesia tenggelam akibat mencairnya es di Samudera Arktik dan Atlantik.
“Suhu terus memanas dan cuaca yang tidak menentu. Dunia sudah benar-benar panas,” kata ACHMAD FARID WADJDI Staf Departemen Sosial Masyarakat BEM ITS pada suarasurabaya.net, Minggu (28/02).
Itulah aksi yang digelar oleh mahasiswa ITS Surabaya. Sekitar 21 orang mengenakan kaos hijau sebagai simbol menghijaukan Surabaya. Sambil membentangkan poster bertuliskan ajakan untuk menghentikan global warming sekaligus sindiran tentang kerusakan bumi.
Stop Global Warming, gunakan sepeda sekarang, matikan lampu bila tak digunakan, pemborosan penyebab global warming, turut berduka cita atas rusaknya bumi karena global warming adalah beberapa tulisan yang tertuang dalam poster.
Sambil tetap membawa poster, mereka berjalan kaki mengitari Jl. Arif Rahman Hakim dan Kertajaya. Mereka juga membawa keranda yang mengusung bumi sebagai tanda kematian bumi karena global warming.
FARID mengatakan aksi ini untuk menunjukkan sekaligus mengadvokasi masyarakat bahwa bumi sudah semakin panas. Dunia seakan mati suri akibat global warming. Karena itu, saatnya beraksi untuk mengurangi bahkan menghentikan global warming dan Surabaya diharapkan menjadi percontohan.(git)
Teks Foto :
- Aksi Stop Global Warming yang dilakukan oleh mahasiswa ITS.
Foto : GITA suarasurabaya.net
Transportasi Serba Praktis Tanpa Lahan Parkir
04.16
| Komunitas Sepeda Lipat Bandung | Sep 16, ‘08 12:17 AM for everyone |
Seputar Indonesia (SINDO Jabar Edisi 8 September)
Komunitas Sepeda Lipat
Transportasi Serba Praktis Bebas Lahan Parkir Melihat orang wara-wiri naik sepeda di Kota Bandung sudah biasa, tapi kal liat yang wara-wirinya pake sepeda lipat gimana?. Mungkin di Bandung saat ini orang yang memakai sepeda lipat masih jarang. Berbeda dengan di Jakarta, mereka beraktifitas Bike To Work (B2W) sudah banyak yang menggunakan sepeda lipat atau folding bike.
Di Bandung saat ini yang intens wara-wiri menggunakan sepeda lipat bisa dihitung dengan jari. “Di Bandung baru setahun kebelakang booming sepeda lipat, paling saat ini jumlahnya baru 20 orang yang aktif,” jelas salah seorang penggiat sepeda lipat di Kota Bandung, Sita Anisah.
Dirinya mulai tertarik dengan sepeda lipat atau seli ini karena bentuk dan fungsinya. “Bentuknya yang bisa dilipat sehingga membuat kita mudah untuk kemana saja dan fungsinya pun tidak jauh beda dengan sepeda gede atau MTB lainnya,” jelas Sita. Hanya dikatakan Sita, seli lebih enak digunakan untuk commuter atau bersepeda di daerah perkotaan.
Selain itu, seli juga memenuhi kriteria kendaraan yang bisa digunakan kemana saja tanpa bingung parkir. ”Kalau ke kampus dan tempat kerja tinggal bawa dan simpan di kelas, kalo ke mall juga gak sulit tinggal titip di penitipan barang jadi gak khawatir ilang kecolongan ditempat parkir,” jelasnya.
Selain itu yang menjadi dirinya dan beberapa kaum hawa menyukai seli ialah kemudahan dan kepraktisan. “Biasanya kita sebagai cewe-cewe paling gak mau diribetin dengan masalah kerusakan baik bocor ban, rantai putus atau apapun. Kita langsung aja stop angkot atau taksi dan langsung pulang,” jelasnya sambil tersipu.
Saat ini di Kota Bandung belum ada komunitas khusus yang menampung para pesepeda lipat ini. “Kita gabungnya langsung seluruh Indonesia di Id Folding bike, jadi semuanya langsung ke pusat,” ungkap mahasiswi S2 Teknik dan Management Industri ITB ini. Terkadang pesepeda dari luar kota saling mengunjungi untuk seledar gowes keliling kota.
“Kadang dari Jakarta datang beberapa pesepda dan ingin keliling Bandung sekalian wisata kuliner,” jelas Sita. Dirinya pun kemudian menjadi guide untuk menuntun rombongan keliling Bandung. Selain keliling Bandung rombongan ini pun berwisata sejarah juga kuliner. “Bandung terkenal dengan kulinernya yang beragam dan mengundang selera, jadi ketika temen dari luar kota datang mereka selalu minta diantar,” ujar Sita.
Selain kaum hawa seperti Sita, rupanya kaum adam pun banyak yang tertarik pada seli ini. Salah satunya Satiya Adi Wasana dirinya kepincut seli setelah banyak rekan-rekannya yang menggunakannya. “Cukup praktis kalau ke kantor gak perlu parkir diluar dan kita bawa saja ke dalam disimapan dalam ruangan pun tidak menyita banyak tempat,” ungkap Satiya yang juga Ketua B2W Chapter Bandung ini.
Menurutnya seli sangat cocok untuk aktifitas bersepeda diperkotaan. ”Selain dilihat keren karena belum banyak yang pakai, kita pun pakenya jadi rada gaya sedikit,” ucap Satiya yang akrab dipanggil Tiyo.
Sita dan Tiyo berharap seli akan memasyarakat. ”Seli merupakan sepeda yang praktis sehingga bila kemana-mana tidak akan repot tinggal dijinjing seperti belanjaan,” ucap Sita. Dirinya pun yakin beberapa bulan atau tahun kedepan pengguna seli di Kota Bandung akan bertambah dan menjamur.
Namun walaupun seli berukuran kecil, sepeda ini pun tidak kalah dengan MTB yang sedikit besar. Bahkan beberapa waktu lalu Sita pun mengikuti touring Kemerdekaan Jakarta – Bandung menggunakan seli. “Pasti bedalah, perbandingannya mungkin 3 banding 1, kalao satu kayuhan MTB di seli bisa 3 kali ngayuh,” bebernya.
Namun para penggemar dan juga yang tertarik pada sepeda lipat ini harus bersabar, karena penjualannya tidak sama dengan sepeda gunung lainnya. “Disini harus indent karena kita datangkan lamgsung dari luar negeri,” ucapnya yang sering dimintai tolong untuk memburu seli oleh rekan-rekannya itu. Selain indent waktu tunggunya pun lumayan lama, sekitar tiga bulanan. Harganya pun bervariasi, mulai dari Rp 3 jutaan hingga Rp 10 juta lebih, tergantung model. (yugi prasetyo)
Menyusuri Pantai Siung dengan Sepeda Lipat
04.16
sumber http://foto.detik.com/readfoto/2009/10/26/095435/1228375/464/3/
Pantai Siung Wonosari Yogjakarta merupakan pantai yang indah dan belum banyak terjamaah wisatawan. Komunitas sepeda lipat pun menyelusuri pantai yang terletak 35 Km dari Kota Wonosari ini, Minggu (25/10).
Bersepeda Untuk Pemula
04.15
Dikutip dari http://b2w-jogja.web.id/2008/06/08/bersepeda-untuk-pemula.html
Selalu ada yang pertama dalam setiap hal. Jika anda baru memulai bike to work, tidak ada salahnya mengikuti beberapa tips berikut ini, untuk menghindarkan anda dari kejadian memalukan yang tidak perlu terjadi. Atau, jika anda masih punya sepeda yang teronggok berdebu di sudut ruangan, inilah saatnya anda mencucinya dan mulai beraktivitas dengan sepeda!
Tips 1. Periksakan sepeda anda
Bawalah sepeda anda ke toko atau bengkel sepeda terdekat untuk di tune-up. Walaupun sepeda sebenarnya adalah mesin paling sederhana dan efisien, tetap saja membutuhkan perawatan dan penyetalan di beberapa komponennya.
Tips 2. Periksakan tubuh anda
Jika anda sudah lama sekali tidak bersepeda, adalah bijak jika anda menemui dokter dan menanyakan apakah ada alasan kesehatan tertentu yang perlu perhatian serius jika anda akan mulai bersepeda. Jika kesehatan anda mendukung, kemungkinan besar dokter justru akan menyemangati anda untuk berolahraga dengan sepeda. Namun jangan langsung bersepeda 50 km saat pertama kali, cukup jarak dekat dimana kita enjoy melakukannya, dan mau untuk mengulangi jarak yang sama di hari berikutnya.
Tips 3. Perlu juga memperhatikan Mode Terbaru
Dibalik kesederhanaan sebuah sepeda, anda tidak serta merta bisa langsung naik ke sadel dan mulai berkendara. Sekarang ini telah banyak diproduksi peralatan dan aksesoris yang mendukung kegiatan bersepeda supaya lebih aman, nyaman dan tentu saja tetap gaya.
-Helm sepeda, sebagai contoh, banyak sekali macamnya. Anda akan lebih aman dari cedera kepala, dan juga tampil lebih keren!
-Lampu depan-belakang dan reflektor. Akan sangat berguna jika anda bersepeda di malam hari
-Kunci Sepeda yang kokoh. Sangat berguna jika anda sesekali meninggalkan sepeda anda di luar atau di tempat umum.
-Celana berpadding, sarung tangan dan baju jersey akan menambah kenyamanan dalam bersepeda. Walaupun mungkin anda tidak membutuhkannya jika cuma bersepeda ke warung.
Tips 4. Cari tempat aman untuk berlatih
Berlatihlah menggunakan sepeda di tempat aman dan cukup sepi. Ini berguna untuk meningkatkan percaya diri anda dan memantapkan pengendalian sepeda. Jika sudah tangkas di sini, nantinya di jalan raya anda juga akan bisa menyesuaikan diri. Lakukan beberapa latihan yang penting misalnya, menengok sekilas ke belakang, berbalik arah, berhenti dengan cepat, menghindari batu jalan atau lubang, berganti gigi /shiifting, dan bahkan untuk naik-turun dari sepeda. Terlebih jika anda menggunakan pedal clipless, butuh waktu lebih lama lagi untuk menyesuaikan diri.
Tips 5. Patuhi peraturan lalu lintas
Jika anda sudah siap turun ke jalan raya, perhatikanlah peraturan dasar berlalu lintas, untuk menghindarkan kita dari kesalahan-kesalahan yang bisa berakibat kecelakaan. Sebagian besar kecelakaan terjadi karena kelalaian manusianya.
Tips 6. Have Fun
Bersepeda itu menyenangkan, sehat, aman dan nyaman. Dengan bersepeda, anda sudah memberi contoh positif bagi orang lain. Jadi, bersenang-senanglah dengan sepeda anda. Banyak sekali komunitas sepeda yang ada, anda bisa bergabung dan mengikuti kegiatan bersepeda mereka dan mendapatkan kesenangan yang tiada hentinya!







